Just Keep Swimming

A year ago, I posted this shit out of frustration..

But I kept swimming, and yes, it all finally make sense.

Long story short, drama per-visa-an yang berjalan sepanjang tahu 2013 dan menyita sebagian besar otak dan hati gue akhirnya kelar. Alhamdulillah kantor baru gue berbaik hati mau sponsorin visa kerja. HO RE? HORE!

Tapi itu artinya gue harus ngulang lagi persyaratan untuk apply visa nya. Medical lagi, dan yang paling makjleb… Test IELTS lagi. HORE! Udah 7 tahun ya brooo masih harus di test? Zzzz. Nah karena kejer-kejeran sama waktu, tanggal test IELTS yang paling cepet itu di Jakarta. Plus, karena pernah ditolak visa on-shore, gue harus apply visa nya off-shore. Artinya? GUE HARUS PULANG KE JAKARTA DULU. HOREEEE!!!

Akhirnya gue pulang ke Jakarta Juni kemaren, lalu dua hari kemudian lgs test IELTS lagi zzzzz. Serah deh, udah males belajar lagi gue. Modal pede dan “nyet udah 7 tahun di Australia kalo nilainya jelek sik keterlaluan yah”. (Bocoran: hasil IELTS gue perfecto mundo!).

Lalu ngapain aja selama di Jakarta? Wuih. Quality time sama semua orang. Dari mulai nyokapbokapkakak, pijet seminggu sekali, gank cemong, ketemu bayik-bayik, sepupus time, makan-makan enak, karaoke, edisi bengong-bengong bareng dari Jumat-Minggu. Ngurus2 detail2an Pingu On Mars (watch this space!!). Semua deh. Plus, bisa ngalamin sendiri kemaren gegap gempitanya proses kampanye ama pemilu (salam dua jari FTW!).

Tapi berkah dari semua berkah drama visa ini adalah.. *drum roll*

Gue bisa bulan puasa dan lebaranan di Jakarta setelah 7 tahun!!! SAY WHAT? Iyesss.. Nyokapbokap senengnya luar biasa, sepupu2 gue akhirnya officially stop memanggil gue kakak Toyib (Diambil dari lagu Bang Toyib, yang udah 2 lebaran gak pulang). Yes, bisa foto keluarga lebaranan *cetek*. Bisa malem takbiran bareng bokapnyokap. Bisa maen petasan bareng krucils di Pluto.

*tembak confetti non-stop ke segala arah*

Jadi inget tahun baru 2014 kemaren, diantara beberapa dimensi, gue nonton kembang api dari jendela sambil terpesona. Maklum gue udah 6 tahun baru di Perth yang gak seru abis, lalu liat selangit Jakarta semua penuh kembang api, lalu tarik nafas panjang dan dalam hati berikrar (jieee) “kalo emang jalannya gue harus balik ke Jakarta ya udah, gak papa, insya Allah ikhlas kok”. Jie ikhlas tapi moment-moment terakhirnya tetep aja dramaaaa luar biasa.

Anyway, ini self reminder sebenernya. Untuk gak pernah nyerah, untuk selalu ikhlas, untuk selalu bersyukur karena semua orang-orang terdekat gue ternyata supportnya luar biasa (efek lebaran kayaknya makanya jadi agak bijak).

So Perth, I’ll see you in a week. And Jakarta, I’ll see you soon. No more bridging visa! Ouw yeah!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s